Sunday, July 23, 2006

Untukmu, keseribu kalinya....


The Kite Runner.. Aku baru baca buku ini tadi malam. Setelah sekian lama akhirnya kesampaian juga baca buku ini. Semua resensi bilang kalo buku ini bagus banget, menyentuh dan mengharukan. Kemaren, seharian aku baca buku ini. Dan bener banget, I can't stop reading the book until I finish it! Buku ini bener-bener luar biasa, ceritanya bagus banget, very touchy, mengharukan, sedih dan aku bener-bener terhanyut ke dalam ceritanya. Intinya buku ini menceritakan hubungan persahabatan, persaudaraan, hubungan antara anak dan bapak dan pengkhianatan.

Pas baca, aku berkali-kali meneteskan air mata..Sangat mengharukan, apalagi melihat karakter Hassan yang sungguh setia terhadap Amir, kebaikan Hassan dan betapa Hassan harus rela berbohong demi Amir. Kata-kata Hassan yang selalu diingat Amir "Untukmu, keseribu kalinya", mampu membuatku kembali mencucurkan air mata..

Sehabis membaca buku ini, aku merenung dan masih memikirkan diri Amir, Hassan serta tokoh-tokoh dalam The Kite Runner seolah-olah diriku masih terperangkap ke dalam cerita itu. Cerita dengan latar belakang Afghanistan yang mampu membuatku terisap ke dalam. Semakin kuingat buku itu, semakin ku sadar betapa buku ini penuh kegetiran di dalamnya.

Sungguh, buku ini memberikan banyak inspirasi pada diriku yang hampir mencapai usia seperempat abad ini. Seperti kata sang pengarang, Khaled Hosseini, "Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang".

Walaupun pada akhirnya Amir harus menebus dosanya pada Hassan dengan merawat anak Hassan, ada hal yang kusesalkan karena Amir dan Hassan tidak kembali bertemu setelah berpuluh-puluh tahun berpisah. Amir tidak sempat menyatakan permintaan maafnya ke Hassan, walaupun Hassan selalu memaafkan Amir. Hassan yang sholeh, yang setia dan tidak pernah mendendam pada Amir...

Aku rasa, buku ini akan kumasukkan ke dalam list buku terfavoritku sepanjang masa.. Very highly recommended...

Ahh.... rasanya sampai saat ini pun pikiranku masih berada di Afghanistan, di dalam diri Amir dan Hassan......

No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...