Wednesday, December 20, 2006

Suatu sore di Patas AC 10

Suatu sore nan mendung, aku melangkahkan kakiku menaiki bus Patas AC 10 jurusan Dukuh Atas-Kampung Rambutan yang akhir-akhir ini setia menemaniku pulang dari Wisma 46.
Bis yang masih kosong membuat aku leluasa memilih tempat duduk yang aku sukai. Aku memilih duduk dekat jendela karena aku lebih bisa melihat ke arah luar.
Sebulan lebih naik Patas AC 10 ini membuatku hafal, bahwa sebentar lagi akan ada pengamen yang menyanyikan berbagai macam lagu, mulai dari lagu yang sedang 'in' di tanah air, lagu rohani ataupun lagu jadul yang aku sendiri tidak tahu apa judulnya. Selain pengamen juga banyak penjual segala macam barang seperti pulpen, makanan kecil, kamus bahasa inggris, bacaan doa, peniti, bahkan sandal2 yang murah meriah. Harganya memang sangat murah. Pulpen satu lusin hanya 5000 rupiah saja, atau kamus bahasa Inggris juga hanya 5000 rupiah. Bisa dibilang di toko2 susah menemukan barang dengan harga semurah itu.
Biasanya aku jarang banget membeli sesuatu dari penjual2 itu, pernah waktu itu cuma beli peniti.
Seperti biasa beberapa menit setelah aku duduk dalam bis, ada pengamen datang. Kali ini pengamennya ada 3 orang. Tidak seperti biasanya yang kali ini sungguh membuat aku berpikir lagi. Bahwa begitu banyak di Jakarta ini kalangan tidak mampu yang harus bertahan hidup dengan cara seperti mengemis, berdagang asongan, mengamen bahkan ada juga yang tak segan-segan bertindak kejahatan seperti copet atau rampok. Astagfirullah.....
Seperti kata salah seorangt pengamen itu, mereka tidak memilih untuk menjadi pengamen, namun nasiblah yang membawa mereka menjadi pengamen. Demi bertahan hidup di Jakarta yang keras ini.
Aku sendiri hanya bisa bersyukur bahwa aku diberi rejeki oleh Allah.. bahwa aku diberi kesempatan untuk bekerja dimana banyak orang di luar sana yang pengangguran.
Aku tiba-tiba merasa terhenyak bahwa terkadang aku ini kurang merasa bersyukur kepada Allah. Aku terkadang suka merasa tidak puas dengan aku yang sekarang dan masih suka melihat ke orang-orang yang aku rasa lebih dari aku dengan iri. Astaghfirullah ya Allah, padahal sungguh banyak yang telah Kau berikan kepada ku. Sungguh betapa pemurahnya Engkau...
Alhamdulillah ya Allah..segala puji aku panjatkan kepada-Mu. Terimakasih ya Allah. Ternyata naik bis bisa membawa aku sadar...terimakasih para pengamen yang telah menyadarkan aku..:-)

*Ya Allah.... terimakasih sekali lagi ya Allah..:-) *

No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...