Saturday, January 27, 2007

Another Story

Alooo..udah lama juga gak nulis blog. Yah maklum internet di MEPI kan on off gak jelas yang kadang bikin gemeeesss....
Aku mau cerita nih kalo aku lagi suka buka-buka blog orang. Yah suka aja gitu membaca kisah hidup mereka. Sama ngeliat desain blognya yang lucu-lucu. Wah jauh deh sama desain blog ini yang udah standard tempate dan gak aku ubah-ubah. Kapan2 pengen belajar juga bikin blog yang bagus jadinya bisa buat kenang-kenangan sepanjang mas :-)
Ada blog yang aku suka banget. Nama blognya http://www.keluarganugraha.net/blog
Wah bagus deh blognya dan gue suka sama gaya ceritanya Mbak Astri yang punya blog itu. Udah gitu anaknya lucuu bangett..Hehehehehehe gemesss deehh.
Trus mau cerita juga kalo hari ini aku, Nimas dan Rini ke tukang piala buat mesen piala bergilir yang akan dibagikan ke Edelweiss kalo pada nikah nanti ;-). Yang pertama nikah duluan kan Ayi, cuman pas dulu itu belum kepikiran. Nah makanya sebelum ada Edelweiss lagi yang menikah, buru2 deh kita pesen piala itu. Moga-moga hasilnya bagus deh. Dan insyaAllah nanti akan diserahkan ke anggota Edelweiss mulai bulan Juni ;-)
Yo wis..gitu aja cerita-ceritakyu hari ini. Tataaaa....

Sunday, January 07, 2007

Sign

Percayakah engkau dengan segala macam pertanda yang ada di sekelilingmu? Kalau kita pernah membaca buku ‘The Alchemist’ pasti tahu dengan apa yang dimaksud dengan pertanda. Kadang Allah memberikan pertanda untuk jawaban atas kebingungan-kebingungan yang kita alami di dunia ini. Mungkin orang lain tidak menyadarinya, hanya orang yang bersangkutan saja yang menyadari kalau sebetulnya itu merupakan jawaban.
Dulu aku hanya menganggap kalau kita ingin menentukan jawaban dari solat Istikharah kita adalah dari mimpi ataupun dari kemantapan hati. Seperti yang pernah aku alami dulu, aku memperoleh jawaban solat Istikharahku lewat mimpi. Namun ternyata selain mimpi dan kemantapan hati, ternyata jawaban tersebut bisa dari pertanda-pertanda di sekeliling kita. Rini temanku yang mengatakan hal ini kepadaku.

Pertanda ini pulalah yang membuat aku semakin mantap dengan keputusan yang aku ambil. Pertanda pertama yang aku alami adalah dari Lord of The Ring dimana Arwen akhirnya lebih memilih menjalani kehidupan bersama Aragorn dibandingkan ke dunia peri. Lalu saat aku ke Ants Undangan, Mbak Emi (pemilik Ants) bercerita dan berkata bahwa ikhlas itu sulit. Wah aku pikir ini pas banget dengan yang aku alamin sekarang.
Lalu barusan aja saat aku sedang menghidupkan laptop ini, aku tergerak untuk mengambil majalah Femina lama dan membolak balik halamannya. Dan aku tertarik membaca cerber yang dimuat di Femina edisi itu. Dan isinya sungguh membuat aku semakin yakin akan keputusan yang sudah aku pilih ini. Aku menganggapnya sebagai pertanda yang sangat kuat. Seperti kata-kata yang diucapkan bude dari tokoh utama di cerber tersebut, “...Gusti Allah pasti memberi kamu rezeki, dimanapun kamu berada“.

Aku juga percaya restu orang tua sangat menentuka kebahagiaan kita. Dan memang mama dan papaku lebih mendukung jika aku mengambil keputusan itu. InsyaAllah, itu merupakan keputusan terbaik untuk aku. Amin...

Perjalanan...






Tahun baru kemarin kulewatkan di Salatiga, tempat Mbak Dewi menetap. Kami berangkat sehabis sholat Ied dengan naik mobil. Keluargaku memang suka sekali naik mobil kalau ke Jawa. Karena biasanya bawaan kami cukup banyak dan akan bertambah banyak lagi kalau balik ke Jakarta (tentunya penuh dengan barang-barang yang dibeli selama kami singgah di kota-kota yang kami lewati ;-)). Jadi kami jarang naik pesawat ataupun kereta api. Memang cukup melelahkan ke Jawa naik mobil pribadi, namun kami semua menikmatinya. Dulu pernah kami ke Bali dengan naik mobil juga. Kebetulan kita memang hendak ke Blitar, lalu sambung lagi ke Bali.
Melanjutkan cerita tadi, selama perjalanan menuju Salatiga sungguh sepi. Jalanan lengang dan tidak banyak truk ataupun bis di jalur Pantura. Perjalanan jadi memakan waktu yang cukup singkat. Oya, di Tegal kami sempat mampir di SPBU yang mendapatkan rekor MURI karena SPBU dengan toilet terbanyak (67 toilet). Dan memang, toiletnya sangat bersih. Sangat berbeda dengan toilet-toilet kebanyakan. Toilet nya selalu disediakan tisue bersih dan lantai serta dindingnya terlihat cemerlang karena rajin dibersihkan. Selain toilet, SPBU ini juga tersedia fasilitas musola AC, ruangan tempat menyusui dan mengganti popok, serta kafe kecil. Lengkap dan bersih. Jarang banget ada SPBU yang mempunyai fasilitas lengkap.
Kami melewatkan malam tahun baru di Salatiga. Memang Salatiga kan kota kecil, jadi tidak terlalu ramai. Letaknya yang dikelilingi oleh pegunungan membuat udara kota Salatiga cukup menggigit.
Di Salatiga kami menghabiskan waktu 5 malam. Kami juga mengunjungi Solo untuk memesan kain batik tulis untuk digunakan di acara khusus. Pas di Solo, sempat mampir juga ke warung nasi liwet Wongso Lemu di daerah Keprabon. Hmmm rasanya yummy dan sungguh menggugah selera. Enaaakkkk bangettt.... Di nasi liwet kami makan lesehan diiringi iringan musik dari alat musik tradisional Jawa (aku gak tau namanya..;p) yang dimainkan oleh seorang bapak tua. Tak lupa pula kami ke Pasar Klewer membeli batik. Wah kebetulan banget aku langsung memborong beberapa kain batik untuk bawahan karena memang aku membutuhkan kain batik untuk acara-acara kondangan.
Oya, Yogyakarta juga kami kunjungi karena memang Yogya seolah mempunyai daya tarik magnet yang membuatku selalu ingin kesana lagi. Tidak puasa rasanya hanya beberapa jam di Yogya... InsyaAllah aku pengen kesana lagi kalau ada waktu. Liburan bareng temen-temen..:-)
Hari Jumat pagi kami pulang ke Jakarta. Berat juga meninggalkan keponakanku yang lagi lucu-lucunya, Athiya. Di perjalanan kami mampir ke Pemalang untuk nyekar ke makam Eyang. Di kota Cirebon kami juga mampir ke daerah Trusmi yang merupakan pusat batik. Batik Cirebon sungguh cantik dengan warna-warnanya yang segar dan ceria. Aku jadi borong lagi deh kain batik Cirebon ;-p
Wahh..sampai Jakarta terasa badan pegal-pegal. Namun hatiku terasa puas dan senang karena bisa sejenak melupakan Jakarta yang penat, sibuk dan ramai. Sungguh rasanya damai hati ini dapat melihat sawah yang hijau dengan latar belakang gunung biru.

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...