Sunday, January 07, 2007

Perjalanan...






Tahun baru kemarin kulewatkan di Salatiga, tempat Mbak Dewi menetap. Kami berangkat sehabis sholat Ied dengan naik mobil. Keluargaku memang suka sekali naik mobil kalau ke Jawa. Karena biasanya bawaan kami cukup banyak dan akan bertambah banyak lagi kalau balik ke Jakarta (tentunya penuh dengan barang-barang yang dibeli selama kami singgah di kota-kota yang kami lewati ;-)). Jadi kami jarang naik pesawat ataupun kereta api. Memang cukup melelahkan ke Jawa naik mobil pribadi, namun kami semua menikmatinya. Dulu pernah kami ke Bali dengan naik mobil juga. Kebetulan kita memang hendak ke Blitar, lalu sambung lagi ke Bali.
Melanjutkan cerita tadi, selama perjalanan menuju Salatiga sungguh sepi. Jalanan lengang dan tidak banyak truk ataupun bis di jalur Pantura. Perjalanan jadi memakan waktu yang cukup singkat. Oya, di Tegal kami sempat mampir di SPBU yang mendapatkan rekor MURI karena SPBU dengan toilet terbanyak (67 toilet). Dan memang, toiletnya sangat bersih. Sangat berbeda dengan toilet-toilet kebanyakan. Toilet nya selalu disediakan tisue bersih dan lantai serta dindingnya terlihat cemerlang karena rajin dibersihkan. Selain toilet, SPBU ini juga tersedia fasilitas musola AC, ruangan tempat menyusui dan mengganti popok, serta kafe kecil. Lengkap dan bersih. Jarang banget ada SPBU yang mempunyai fasilitas lengkap.
Kami melewatkan malam tahun baru di Salatiga. Memang Salatiga kan kota kecil, jadi tidak terlalu ramai. Letaknya yang dikelilingi oleh pegunungan membuat udara kota Salatiga cukup menggigit.
Di Salatiga kami menghabiskan waktu 5 malam. Kami juga mengunjungi Solo untuk memesan kain batik tulis untuk digunakan di acara khusus. Pas di Solo, sempat mampir juga ke warung nasi liwet Wongso Lemu di daerah Keprabon. Hmmm rasanya yummy dan sungguh menggugah selera. Enaaakkkk bangettt.... Di nasi liwet kami makan lesehan diiringi iringan musik dari alat musik tradisional Jawa (aku gak tau namanya..;p) yang dimainkan oleh seorang bapak tua. Tak lupa pula kami ke Pasar Klewer membeli batik. Wah kebetulan banget aku langsung memborong beberapa kain batik untuk bawahan karena memang aku membutuhkan kain batik untuk acara-acara kondangan.
Oya, Yogyakarta juga kami kunjungi karena memang Yogya seolah mempunyai daya tarik magnet yang membuatku selalu ingin kesana lagi. Tidak puasa rasanya hanya beberapa jam di Yogya... InsyaAllah aku pengen kesana lagi kalau ada waktu. Liburan bareng temen-temen..:-)
Hari Jumat pagi kami pulang ke Jakarta. Berat juga meninggalkan keponakanku yang lagi lucu-lucunya, Athiya. Di perjalanan kami mampir ke Pemalang untuk nyekar ke makam Eyang. Di kota Cirebon kami juga mampir ke daerah Trusmi yang merupakan pusat batik. Batik Cirebon sungguh cantik dengan warna-warnanya yang segar dan ceria. Aku jadi borong lagi deh kain batik Cirebon ;-p
Wahh..sampai Jakarta terasa badan pegal-pegal. Namun hatiku terasa puas dan senang karena bisa sejenak melupakan Jakarta yang penat, sibuk dan ramai. Sungguh rasanya damai hati ini dapat melihat sawah yang hijau dengan latar belakang gunung biru.

No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...