Monday, March 19, 2007

Say No to Fake Item

Yang namanya cewek sebagian besar pasti seneng belanja. Apalagi sekarang banyak banget mall-mall ataupun ITC yang menjamur di segala penjuru. Pernah gak sih perhatiin terutama di ITC banyak banget item-item branded kayak tas, dompet, sepatu yang tentu aja Aspal alias Asli tapi Palsu. Merek dunia kayak Louis Vitton, Christion Dior, Gucci, Braun Buffel, Prada dan juga merek-merek menengah kayak Mango, Guess dengan mudah kita temukan di ITC. Bahkan barang-barang palsu itu pun ada tingkatan harganya. Yang murah banget ada, tapi yang harganya ratusan ribu rupiah sampai hampir sejuta lebih juga banyak. Penjual ITC bilang kalo yang harganya mahal itu KW1 buatan Hongkong.
Aku sendiri paling anti beli barang-barang fake kayak gitu….bukan apa-apa, aku mendingan beli barang yang gak branded daripada harus beli barang aspal kayak gitu. Emang aku sendiri gak mampu beli barang asli branded kayak gucci, prada yang harganya puluhan juta rupiah, tapi paling anti deh beli barang-barang palsu gitu.
Dan aku jadi semakin yakin gak mau beli fake branded pas aku baca di majalah Bazaar SG di Irwan Salon. Aku baca ternyata barang2 palsu itu kebanyakan buatan Cina yang mempekerjakan anak-anak dibawah umur dengan upah yang sangat rendah. Jadi untuk memperoleh harga jual yang rendah, perusahaan di Cina kebanyakan buruhnya adalah anak yang masih di bawah 18 tahun. Menyedihkan sekali kan…apalagi disitu diceritakan mereka juga gak memperoleh makanan dan tempat tinggal yang layak. Duh no wonder yah kenapa barang-barang buatan Cina tuh murah2 bangetttt…..
Jadi, mulai sekarang jangan pernah beli lagi deh barang-barang palsu. Selain illegal, berarti kita ikut membuat anak2 di bawah umur semakin menderita....

Friday, March 16, 2007

Capekkk

Long weekend..senangnyaaaaaa....
Soalnya seminggu ini aku pulang malem terus. jam 8 keatas gara-gara ada banyak issue.. hiksss..rasanya capeeekk banget. Berangkat pagi terus pulang malem. Kayak gak ada kehidupan aja. Aku jadi ngebayangin kalau udah punya anak kayak gimana yah rasanya. Pasti gak akan bisa ketemu anak tuh kalo aku berangkat pagi pulang malam terus....

Saturday, March 10, 2007

Rindu aku...

Kerinduan itu kembali muncul di dadaku saat aku solat isya malam ini. Aku tiba-tiba teringat tanah suci Mekkah dan Madinah. Rasanya tanah suci di Saudi Arabia tersebut memanggil-manggil aku untuk kembali kesana. Hatiku menjadi terharu saat mengingat kembali kenangan saat aku disana. Rasa yang menggetarkan dada saat aku melihat Ka’bah. Perasaan takjub yang membuncah di hati saat aku menginjakkan kaki pertama kalinya di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Hati yang tergetar di saat aku sujud memohon ampun di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Airmata yang terus mengalir saat aku melakukan tawaf Wada yang menandakan tawaf terakhir karena waktu kami sudah habis dan harus meninggalkan Mekkah untuk pulang ke tanah air. Dan perasaan rindu yang terus muncul sejak aku keluar dari tanah Harom sampai saat ini. Subhanallah...Maha Suci Allah..Maha Besar Allah...
Ijinkan aku untuk kembali ke tanah-Mu ya Allah....

Kamis, 8 Maret 2007 11:33 PM

Ku bersujud kepada Engkau Ya Allah...

Kadang kesibukan bekerja membuat kita kadang suka melupakan ibadah. Seperti yang terjadi pada diriku di hari ini. Karena banyak hal yang harus aku selesaikan hari ini membuat aku menunda2 waktu solat dan solat yang kulakukan pun hanya ritual biasa, tanpa ada penghayatan khusus. Bahkan solat yang dilakukan agak terburu-buru karena kepala kita kadang sulit berkonsentrasi dan dipenuhi dengan urusan-urusan duniawi. Padahal sesungguhnya solat merupakan ibadah untuk berkomunikasi dengan Allah. Dengan solatlah seharusnya kita melepaskan segala urusan dan rehat sejenak untuk melepas lelah. Memang solat yang benar-benar khusyuk itu butuh konsentrasi yang tinggi. Akupun sedang belajar untuk mencapai kekhusyukan tersebut. Tapi sudah sepatutnyalah kita meluangkan waktu sejenak untuk solat agak lebih lama, tidak hanya sekedar takbir dan salam belaka. Sekedar 10-15 menit pun amatlah cukup untuk dapat sejenak menundukkan kepala kita, bersujud pada Allah yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita.
Aku menyadari saat perjalanan pulang kantor malam harinya. Dan aku sungguh menyesal kenapa solatku hari ini (dan juga mungkin di hari-hari yang lain) tidak terlalu memberi makna apa-apa. Padahal kita hidup di dunia ini sangatlah singkat dan itu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai ridho Allah...
Ya Allah, ampuni aku....sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang lemah...

Kamis, 8 Maret 2007 11.20 PM

NB: Blog ini baru diposting Sabtu karena di kantor di block..hiksss

Musibah

Innalillahiwainnailaihi roji’un…..
Kata-kata itu yang terucap di bibirku saat temanku mengatakan bahwa pesawat Garuda terbakar Rabu pagi di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Oh no..jangan ada musibah lagi ya Allah..sudah cukup rasanya bangsa ini mengalami musibah yang bertubi-tubi. Belum hilang dari ingatan saat KM Levina terbakar di kepulauan Seribu dan menimbulkan korban lagi saat hendak digeret ke pelabihan, lalu gempa bumi yang terjadi hari Selasa di Sumatra Barat, sekarang gantian pesawat Garuda yang mengalami kecelakaan. Belum putus juga dari ingatan saat pesawat Adam Air yang hilang di perairan Sulawesi dan sampai saat ini pun belum ditemukan bangkai pesawat maupun penumpangnya.

Rasanya sungguh mengenaskan kondisi transportasi di Indonesia. Disaat banyak orang yang beralih ke Garuda karena dianggap Garuda adalah maskapai yang paling aman untuk ditumpangi, ternyata mengalami kecelakaan juga. Sampai-sampai status Yahoo Messenger salah seorang temanku mengatakan. “Naik kereta, tergelincir; naik pesawat, kebakar; naik kapal, tenggelam”. Sungguh ironis...
Kita semua memang harus banyak instropeksi dan bertobat...ada apa di balik semua ini. Allah mempunyai rencananya sendiri. Dan Allah hendak memperingatkan kita.
Semoga musibah yang ada segera berakhir...

Kamis, 8 Maret 2007 at 8:03 AM

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...