Sunday, January 13, 2008

Aku gak mau melarat di hari tua

Abis baca Femina edisi minggu kemarin yang berjudul “Jangan mau melarat di hari tua” membuat aku berpikir kembali. Iya yah aku nggak mau kalau pada saat aku setelah pensiun nanti aku hidup melarat dan menggantungkan diri pada anak. Padahal kalau mau hidup senang setelah pensiun nanti, seharusnya sejak awal bekerja lah kita udah mulai menyisihkan uang untuk bekal masa pensiun nanti. Aku juga menyisihkan gaji untuk ditabung sih, cuman itu saja gak cukup. Kalo cuman sekedar tabungan biasa atau deposito, persentase tingkat pengembaliannya lebih rendah dari tingkat inflasi sehingga untuk saat ini memang dibutuhkan tabungan yang sifatnya investasi.

Yaah better late than never kan yah….. Aku akhirnya menimbang kira2 mau investasi apa ya? Secara ini akan bersifat long term dan insyaAllah gak akan diambil2 sebelum masa pensiun tiba, kayaknya emang kudu cari jenis investasi yang sesuai. Ada beberapa pilihan seperti investasi dengan asuransi seperti Axa dan Prulink, Reksadana, Obligasi dan juga emas.

Masih bingung mau milih apa, cuman kayaknya sih aku akan memilih investasi dengan asuransi dan emas… Ada yang bisa kasih saran?

6 comments:

Ade said...

Tul banget din. Ga cuman nyiapin untuk diri sendiri aja sih sebenarnya, tp juga untuk anak2.

ada ungkapan bagus yang menyatakan jangan menyimpan semua telur dalam satu keranjang. ungkapan ini sangat berlaku untuk investasi masa depan lho. jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi aja.

ak ga tahu banyak tentang investasi, tp saranku sih, coba tentuin dulu profil resiko dini (low risk, moderate atau high) dan carilah alternatif2 investasi yang sesuai dengan profil dini. always remember that high return means high risk. (halah kayak safir senduk aja)

satu hal lagi..mulailah dengan satu langkah kecil dulu..agar istiqomah ke depannya. jangan mulai dengan langkah besar karena kita tidak pernah tahu kapan kita tiba2 sangat membutuhkannya..

moga sukses yah investasinya

freshgreen said...

sapa tau berguna :D

http://wakalasauqi.blogspot.com/

m_wahyudi_r said...

Numpang isi comment ya..
Salam kenal,

Ya memang memulai investasi harus berani dan di mulai terutama sejak usia muda.

Berani dalam arti, berani me-ngrem segala keinginan2 konsumtif kita, berani membuat skala prioritas untuk segala kebutuhan kita dalam sebulan.

Alhamdulillah, Saya juga dah mulai berinvestasi, walau tidak terlalu besar karena penghasilan minim dan pilihan saya jatuh pada investasi berbasis SYARIAH. Karena investasi dalam pandanganku seharusnya tidak untuk dunia saja tapi juga untuk kampung akhirat. yo'i ga?!

Dini said...

Mas Wahyudi,

Boleh dong aku tau investasi syariahnya di mana? ya share2 aja gituuh :-)
Thanks anyway

Anonymous said...

Land & Fure Gold.
(Tanah antinya dibikin kost2an atau dijual.. emas murni ga kemakan inflasi.. bli aja yg 5 gram atau 1 gram / bulan)
icu mah cuman saran akuh doangan. dan itu yang akuh jalanin saat ini setelah bbrp investasiku ambruk bruk.

Wonna Trai..?? bat yu mas be disiplin for ded.. ;-)

Prumulya said...

Kuncinta pada perencanaan keuangan. Semakin banyak anda melakukan aset alokasi maka semakin aman Anda untuk mempersiapkan pensiun. Sering sekali kita melihat pensiunan yang masih juga tinggal di rumah dinas/ asrma dll hanya karena GAGAL merencanakan Keuangannya.

sebuah kisah menarik disini :
http://prumulya.wordpress.com/harga-sebuah-penundaan/

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...