Tuesday, March 18, 2008

I'm proud to be a woman


Walaupun udah lewat seminggu, aku mau sharing tentang International Women’s Day tanggal 8 Maret kemaren. Di kantorku, International Women’s Day selalu diisi dengan suatu kegiatan. Entah itu talk show, seminar dan sebagainya. Tahun ini acaranya adalah Talk Show di Restoran Bebek Bali di Senayan pada tanggal 11 Maret 2008. Temanya adalah Discover your opportunities in the multi-polar world. Jadi sesi 1 isinya sharing dari nara sumber. Nara sumbernya Mbak Neneng Goenadi dan Mbak Evi. Mbak Neneng adalah Senior Executive dari Accenture sedangkan Mbak Evi adalah CEO dari D-Net. Dengan dipandu oleh Mbak Petty S. Fatimah, pemimpin redaksi Femina, para nara sumber menceritakan pengalaman hidupnya hingga sukses seperti sekarang.

Setelah itu ada workshop dimana masing2 peserta membuat line of journey, grafik dari hidupnya, mulai dari kecil sampai sekarang. Setelah itu ada workshop lagi dimana setiap group diberikan case untuk menghadapi berbagai macam karakter client yang berbeda-beda (secara kita ini perusahaan consulting gitu loh :-p). Jadi diperagakan juga tuh pas saat menghadapi client…..

Dengan ikutan International Women’s Day ini, aku jadi makin bangga sebagai seorang wanita. Bahwa di dunia karir pun wanita bisa maju… Jadi mitosnya wanita terlalu sensitif, senangnya ‘main perasaan’, faktanya intuisi wanita jempolan dan bisa jadi senjata ampuh dalam dunia rasional. Katanya wanita itu kurang berani mengambil resiko, faktanya wanita justru ngotot dan tekun mengurai masalah yang kusut. Mitosnya wanita sulit bersikap asertif, faktanya banyak wanita justru luwes bersaing sehat dengan siapa saja, termasuk pria.

Hal-hal yang aku sebutkan di atas berlaku untuk di karier lo, bukan di dalam rumah tangga. Terutama untuk kata-kata bersaing dengan sehat..... karena di dalam rumah tangga, suami dan istri adalah satu team yang saling melengkapi. Bukan saling bersaing. Tetap suami adalah seorang imam, seorang pemimpin yang akan memutuskan semua permasalahan yang ada di dalam keluarga. Istri sebagai pendamping yang akan mendampingi semua, memberikan pertimbangan yang akan membantu suami.

Alhamdulillah. I’m proud to be a woman….. Dan insyaAllah tentu saja, sbagai wanita aku tidak akan melupakan kodratku sebagai seorang istri dan ibu kelak (insyaAllah). Aku sendiri udah bertekad untuk kelak bisa menjadi istri dan ibu yang baik. Amien :-)

Terimakasih ya Allah, untuk semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku :-)

No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...