Vantage Point








Setelah lama gak nonton bareng temen2 satu project, akhirnya kemaren malem kita nonton bareng di Plaza Senayan. Tadinya kita bingung mau nonton apa, secara kayaknya nggak ada film yang asyik buat ditonton. Aku sih belum nonton Ayat-Ayat Cinta, cuman cowok2 males kalo nonton Ayat-Ayat Cinta. Atau misalnya yang lucu dan menghibur kayak 27 Dresses (hehehehehe ini sih film yang Chicklit banget euy). Akhirnya kita sepakat nonton Vantage Point (walaupun dengan agak terpaksa secara aku tuh kurang suka dengan film2 action).

Cerita dimulai dengan tertembaknya Presiden US yang sedang melakukan kunjungan ke Spanyol. Tertembaknya presiden terjadi di pukul 12.15 PM siang yang menimbulkan kericuhan karena disusul dengan adanya bom. Cerita bergulir ke berbagai tokoh yang bersangkutan, yaitu Agen Thomas Barnes, seorang pengawal presiden yang sangat loyal dan masih dalam kondisi sedikit trauma karena peristiwa penembakan presiden tahun lalu, Agen Kent Taylor, rekan Barnes, seorang polisi Spanyol yang dituduh terlibat dalam aksi pembunuhan itu, seorang Amerika yang selalu membawa handycam dan melakukan rekaman atas kejadian tersebut, seorang anak kecil bernama Anna yang hilang dari ibunya saat bom meledak, sang pelaku –seorang laki-laki kecil Spanyol- yang selalu membawa HP sebagai sumber dari aksi yang dilakukannya, dan Veronica –kekasih dari polisi Spanyol- yang ternyata terlibat dalam usaha pembunuhan tersebut. Ceritanya menjadi cukup menarik karena detik-detik pembunuhan presiden, sebelum dan sesudahnya, terus menerus diulang namun diambil dari sudut pandang tokoh yang berbeda-beda (8 sudut pandang yang berbeda). Hal ini sebetulnya bisa menyebabkan orang yang menonton menjadi gregetan karena di saat sedang klimaks, cerita diulang kembali namun dari sudut pandang orang yang berbeda (sampai 8 kali pengulangan loh). Namun aku sendiri sih enjoy dengan pengulangan itu karena semuanya adalah kesatuan puzzle yang bisa menjelaskan pembunuhan presiden.

Yang menarik selain ide ceritanya, di situ juga ada Mathew Fox, si pameran Jack dalam serial Lost :-D Yah seperti di postingan aku sebelumnya, aku bener-bener suka dengan karakter Jack, jadi I’m really happy kalau si Mathew Fox ada di film ini (walaupun aku gak suka dengan karakter yang dibawakannya). Yang bikin menarik lagi, adalah ponsel yang dipakai oleh si pelaku. Canggih bener euy….. gak tau itu mereknya apa….Huhuhu keren euyy.


Cuman, yah kekurangan dari film ini juga banyak. Terlalu banyak kebetulan yang terjadi, ada beberapa keanehan seperti kenapa Agen Thomas Barnes dan Polisi Spanyol gak luka sedikit pun pada saat ia ditabrak, atau kenapa pas si kecil Anna mencari ibunya, pas kebetulan yang mau nabrak itu adalah Ambulance yang membawa si Presiden....Yah, pada akhirnya tetap aja ada kalimat pembelaan, “Yah namanya juga film” hehehehehehe..... Namanya film apapun bisa memungkinkan, walaupun dalam kenyataannya tidak seperti demikian (kayak film Serendipity yang menurut aku gak mungkin banget deh).

Eniwei, kesimpulannya film ini cukup menghibur kok.....


*DiniYangLagiBosenDanAgakNgerasaTakut*
Vantage Point Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dini

No comments: