Sunday, June 29, 2008

Keep Writing :-)


Apakah menulis itu sulit? Hmm itu pertanyaan yang paling sering dilontarkan saat ada pertemuan jumpa penulis atau bedah buku. Pertanyaan itu yang juga dilontarkan oleh salah seorang peserta launching dan bedah buku Bidadari Bidadari Surga kepada Bang Darwis a.k.a Tere Liye di Mesjid Agung Al Azhar kemarin Sabtu, ba'da Zuhur. Menurut Bang Darwis, coba ambil pesan yang ada di film Kungfu Panda, kita gak akan pernah bisa sesuatu kalau kita gak berlatih secara rutin. Jangan pernah terpaku oleh teori-teori yang pernah diajarkan waktu kita sekolah. Biarkan energimu mengalir lepas, dan jangan kungkung kebebasanmu. Dan biasakan setiap hari untuk menulis beberapa kalimat.....Bahkan Bang Darwis bilang, untuk buku Hapalan Sholat Delisa hanya membutuhkan 10 hari untuk menulisnya dan tanpa ada kerangka untuk menulisnya.


Ah....aku jadi kembali teringat kalau aku pun juga hobi menulis. Sejak kecil aku sudah mempunyai buku diary yang kalau aku buka lagi sekarang rasanya ingin tertawa melihat betapa culunnya aku, betapa lugunya aku.....walaupun sekarang aku hampir gak pernah ngisi diary (karena sudah digantikan oleh blog), namun semua buku diary itu masih aku simpan rapi. Yes, I do like writing as well as I like reading books. Bahkan aku dulu pernah bercita-cita menjadi wartawan walaupun keinginan itu berubah saat aku di bangku SMA. Sastra memang selalu menjadi salah satu passionku, disamping science dan fashion. Aku sangat menikmati pemilihan kata-kata yang indah, kata-kata bersayap yang puitis, kata-kata bermajas.....walaupun memang aku belum berminat untuk bikin buku, namun tetap aku sangat suka menulis. Mungkin untuk menulis buku aku masih takut untuk memulai.Padahal mengutip kata-kata Bang Darwis, sesungguhnya semua ketakutan dan kecemasan hanyalah ilusi. Dan memang, aku sangat setuju dengan pendapat abang Darwis, biarkan semuanya mengalir seperti ombak di lautan. Deras mencurah menjadi untaian kalimat indah yang bermakna.


Kembali lagi ke bedah buku (yang menurut bang Darwis lebih tepat disebut temu penulis)....Mengenali sosok seorang Bang Darwis yang menurutku sangat idealis, tanpa basa basi, apa adanya, dan high profile (karakter ini sesuai dengan pengakuannya sendiri). Mungkin kalau orang belum mengenal Bang Darwis, akan menganggap dia belagu. Sedangkan sosok Tere Liye lebih low profile, beda banget dengan karakter seorang Darwis. Mungkin cukup membingungkan, namun memang kadangkala ada sisi lain di diri seseorang. Bukan berarti dia berkepribadian ganda, tapi memang ada sisi tersembunyi yang tidak ditampilkan, namun akhirnya ditampilkan dalam bentuk lain. Ah...tapi tetap saja saya suka dengan tulisannya Bang Darwis...atau Bang Tere Liye. Toh mereka semua (Bang Darwis maupun bang Tere) adalah satu kesatuan.


Bagi yang penasaran dengan buku-bukunya Tere Liye, silakan dibaca sendiri ya....yang pasti Ok kok....


*DiniYangLagiInginTahuSepertiApaSkenarioDiDalamHidupnya..ApakahAkanDiSiniAtauDiLuarSana...
AhEntahlah..SepertiKataSahabat,EnjoyEveryProcessInYourLife*

No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...