Seminar Pra-Pasca Nikah YISC Al Azhar.....

Mataku tertumbuk di brosur yang ditempel di majalah dinding depan secretariat YISC. Workshop Pra-Pasca Nikah dan Manajemen Keluarga. Hmm kayaknya menarik niihh….. Yah aku sebetulnya emang paling suka kajian-kajian seperti ini. Gak harus topik tentang menikah aja, cuman topik2 yang dirasakan emang bisa menambah pengetahuan dan wawasan keislaman kita.

Nah kali ini kebetulan yang mengadakan YISC, lembaga tempat aku bernaung. Topik pertama mengangkat tema tentang pra nikah. Nara sumber dari tema ini adalah Ustadz Cinta yang bernama asli Muhammad Restu. Beliau disebut Ustadz Cinta karena selama ini beliau sering dimintai konsultasi masalah-masalah percintaan. Jadi beliau mempunyai nomor hotline 24 jam yang bisa menerima SMS dari siapapun yang mau berkonsultasi dengan beliau. Katanya sih beliau ini sudah berhasil menjodohkan banyak pasangan...hmm ternyata makcomblang juga niih ya ustadz yang satu ini.

Dipandu moderator Irvan dari angkatan Ar-Ruuhul Jadiid, pertama-tama Ustadz Cinta menjelaskan bahwa jodoh itu adalah termasuk takdir Mukhayyar. Berbeda dengan takdir Musayyar yang mutlak tidak bisa diganggu gugat lagi seperti kita dilahirkan dari siapa, kapan kita meninggal. Nah untuk takdir Mukhayyar ini kita masih bisa berusaha walaupun semua udah ditentukan Allah. Seperti masalah jodoh dan rejeki. Jodoh memang selalu merupakan topik yang paling menarik untuk dibahas. Bukan saja karena jodoh merupakan rahasia Allah, tapi juga banyak yang bertanya-tanya kenapa sih sampe sekarang belum dapat jodoh. Padahal kalo kata Ustadz Cinta sih menikah itu gampang lohhh......dan patut diingat beda pacaran dengan taaruf. Karena sekarang banyak yang menyalahartikan taaruf dan menyamakan taaruf dengan pacaran. Kalau taaruf artinya adalah proses saling mengenal dengan jalan sahabatan (tanpa embel-embel “jadian”). Sedangkan untuk pacaran sendiri artinya adalah kencan berduaan di suatu tempat yang telah disepakati untuk memadu kasih, serta mengharuskan adanya “jadian”. Nah kata embel2 jadian itulah yang menyebabkan adanya keterikatan, padahal ijab kabul juga belum dilaksanakan. Dan akibat adanya keterikatan itu, kalo misalnya belum berjodoh dan putus, akibatnya akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.....Dan tentunya pacaran itu amat sangat riskan untuk dapat menimbulkan hal2 lebih jauh. Naudzubillah….

Banyak para pemuda yang mengeluh kenapa mereka susah mendapatkan jodoh. Ada juga yang mengeluh kenapa ia yang sudah berdoa siang dan malam dan selalu menjaga perilaku, tapi sampai sekarang susah mendapatkan jodoh. Sedangkan adiknya yang selalu pacaran dan pacarannya juga yang agak melewati batas, malah sudah menikah. Dia yang sampai protes, kenapa sih Allah tidak adil. Padahal jodoh tidak sekedar menikah saja, tapi bagaimana kita mencari jodoh yang baik. Dan siapa bilang mencari jodoh tidak perlu usaha? Memperluas pergaulan, meningkatkan kualitas diri juga merupakan usaha kita untuk mempercepat mendapatkan jodoh.

Nah solusi cara mudah cepat menikah, menurut Ustadz Cinta ada triknya sendiri. Dengan cara 5T; yaitu:
1. Taubat
Kita sebagai manusia biasa senantiasa melakukan dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Nah kita perlu instropeksi lagi, jangan2 selama ini yang menjadi penghalang kita belum mendapatkan jodoh adalah karena kita pernah melakukan dosa atau kesalahan kepada orang lain. Nah sholat tobat merupakan salah satu cara untuk menghapuskan dosa2 kita tersebut. Tentunya juga dengan komitmen bahwa tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.

2. Tentukan kapan mau nikah
Kita sebaiknya sudah menentukan target kapan kita mau nikah, sehingga arah nya lebih jelas.

3. Tentukan pilihan
4. Tengok kualitas diri
5. Tembak dengan peluru 4D
- Dekati Allah
- Dekati Orang tua
- Dekati orang ketiga
- Dekati si dia

Semua penjelasan Ustadz Cinta ini dapat dilihat di bukunya yang berjudul “Cara Mudah Cepat Nikah”.....

Ada cerita salah seorang ‘pasien’ ustadz Cinta yang cerita, seorang ikhwan yang selalu ditolak lamarannya. Sampai 7 kali ditolak…dia punya seorang sahabat yang selalu mendengarkan keluhannya dia. Nah setelah 7 kali ditolak inilah akhirnya dia melamar sang sahabat dan menikahlah mereka. Sang ikhwan bertanya kepada ustadz kenapa kok kalo akhirnya dengan sang sahabat, kenapa dia harus melewati jalan berliku dengan menyukai 7 orang gadis yang selalu ditolak lamarannya. Kata sang Ustadz, dengan jalan berliku itulah akhirnya dia yakin bahwa memang yang dicintai adalah sang sahabat. Memang, untuk mencari pasangan haruslah dengan 3M, yang dapat memahami dia apa adanya dan dapat menerima kekurangannya, yang dapat memotivasi dia untuk dapat lebih maju. Itulah pasangan sejati kita yang akan dapat menjadi pasangan dalam suka dan duka.

Penjelasan Ustadz Cinta yang menarik diselingi dengan humor2 segar membuat suasana seminar menjadi tidak membosankan. Apalagi sebagian besar peserta seminar masih lajang dan memang masih mencari dan bertanya2.... Namun sayang, karena keterbatasan waktu juga yang menyebabkan sesi tanya jawab cuma berlangsung singkat. Namun setidaknya kita bisa membaca di buku yang dikarang oleh Ustadz Cinta yang dijual di pasaran

So, ayo jangan putus asa….berusaha dan berdoa dan yakin bahwa Allah akan memberikan kita yang terbaik sesuai dengan janji-Nya dalam QS An-Nuur : 26 bahwa laki2 yang baik adalah untuk perempuan yang baik2, begitu juga sebaliknya.

To Be continued….. (next….manajemen keuangan keluarga)
Seminar Pra-Pasca Nikah YISC Al Azhar..... Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dini

2 comments:

Masenchipz said...

ustadz cinta? bisa buat judul film ya bu... hiks...hiks..

hadi said...

Seru tuh, ulasannya. apalagi bahasan takdir tentang jodohnya. Klo no hotline pak ustadznya berapa ya?