Thursday, September 18, 2008

Biarkan (Nanti) Aku Jatuh Cinta Padamu Di Saat Yang Tepat...

Ada tulisan bagus yang aku ambil dari Multiply seseorang (dafa.multiply.com).
Mbak Dafa, numpang ditulis ya :-)

Tuhan dulu pernah
Aku menagih simpati
Kepada Manusia
Yang Alpa jua buta
Lalu terhiritlah
Aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah
Kini jadi kian Parah........


Perjalanan menuju sebuah titik balik kadang tak pernah bisa kita rancang dan duga. Begitu cepat dan diluar perhitungan.Tidak ada sisi kehidupan seseorang yang salah. Yang keliru hanyalah cara menyikapi tiap episodenya. Termasuk ketika getar-getar hati tiba-tiba menyapaKumpulan idelisme, cita-cita dan rancangan hidup seakan menjadi hilang nilai logisnya ketika hasrat hati yang tak terkendali perlahan-lahan menguasai diri.

Ada energi lebih disana, tapi tak dangkal jurang berbahaya yang ada. Sekali lagi, tak ada yang salah dari kehidupan, yang seringkali keliru adalah cara kita mensikapi tiap kejadiannya.Kebutuhan untuk memiliki teman bercerita, sahabat berbagi, kawan pelipur lara adalah kebutuhan manusiawi setiap naluri makhluk yang tercipta di muka bumi ini. Tanpanya, yang ada hanyalah kehampaan dan kerinduan yang tak berujung.

Keinginan memiliki, melindungi dan menyayangi adalah sebuah kaidah wajar di setiap perjalanan hati seseorang. Bahkan cemburu, sakit, kecewa karenanya pun adalah hukum alam yang sudah tertulis semenjak zaman azali.Sekali lagi, tak ada yang salah dari tiap sisi kehidupan, yang acapkali lemah adalah kemampuan kita ketika mengambil sikap dalam adegan-adegan itu.

Kita lemah, bahkan sangat lemah untuk bisa memahami hati ini. Tidak ada jaminan cinta yang ada hari ini, tetap akan bersemi esok hari, hingga benarlah apa yang disampaikan kekasih Allah, "Cintai orang yang engkau cinta sewajarnya saja, karena mungkin ada sisi benci nantinya. Dan bencilah orang engkau benci sewajarnya saja, karena mungkin nanti tumbuh sayangmu padanya"

Pilihan yang paling tepat adalah pilihan yang mampu menenangkan, tetapi memilih yang menenangkan jauh lebih sulit dari pada memilih yang indah.
Pilihan yang menenangkan adalah pilihan yang diikuti kemampuan untuk memahami, kemampuan untuk berbagi, kemampuan untuk memaafkan, dan kemampuan untuk setia.

Tak ada sisi diri kita yang sempurna, dan dia butuh sisi lain yang bisa memahaminya, dia butuh sisi lain yang menjadi tempatnya berbagi, dia butuh sisi lain yang mampu memaafkan kekeliruan2nya.

Jika sisi lain itu nanti ada pada kita ....

Saat itu Biarkan Aku Jatuh Cinta Padamu....


No comments:

Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...