Perbedaaan Itu Indah...

Setelah membaca buku Keliling Eropa 6 bulan hanya 1000 dollar, rasanya jadi keinspirasi banget buat traveling. Beneran deehh…. Dan ternyata emang traveling itu gak hanya sekedar foto doang di tempat yang merupakan landmark dari suatu negara / kota, tapi juga berinteraksi dengan penduduk asli yang pastinya amat sangat berbeda dengan kita. Baik secara social budaya, latar belakang, agama, suku, ras, pandangan hidup dan lain-lain. Kita akan menjadi orang yang lebih terbuka dan open minded karena terbiasa dengan adanya perbedaan dan tidak stuck di lingkungan yang sama. Dan lagi, sebetulnya dengan traveling membuat kita membuat lebih banyak waktu untuk deeply thinking about everything….tentang keinginan kita, tujuan, karier, relationship dan apapun yang tidak sempat kita pikirkan di hari-hari rutin.

Bener2 jadi terbuka secara aku waktu di Aussie yang agak2 males menghadapi orang2 yang notabene berbeda dengan aku. Waktu aku di Aussie kan aku doang yang orang Indonesia, muslim dan mengenakan jilbab. Dan beberapa kali aku ditanya tentang hal2 yang berkaitan dengan religion. Berikut beberapa cuplikan dialog antara aku dengan rekan2 project yang ingin tahu tentang ke-Islam-anku ini.

Kejadian 1
Dini : Aku harus solat dulu
Vivianne (dia adalah orang Pilipina yang kerja di Singapore) : Berapa kali kamu berdoa dalam sehari
Dini : Minimal 5 kali
Vivi : apakah kamu tidak merasa terkekang dengan itu semua ? Wooow..... 5 kali sehari..... dan kamu juga tidak minum, makan babi.....
Dini : Abosulutely nggak merasa terkekang tuh
Vivi : apakah yang akan terjadi kalau kamu tidak beribadah sekali saja….. apakah kamu akan berdosa dan harus dihukum? Atau tidak kah kamu merasa bebas saat tidak melakukan ibadah itu
Dini : Aku solat ini bukan hanya sekedar kewajiban saja…..dan jika aku tidak melakukannya sekali saja, terasa ada yang kurang. Dimana aku melakukan solat ini karena memang aku ingin melakukannya.
Vivi : Seperti apa solat itu?
Dini : Hmm….intinya solat adalah berdoa
Vivi : Bisa kamu sebutkan contoh doa yang biasa kamu baca ?
Dini : (saat itu aku menyesal tidak menerjemahkan surat Al Fatihah ke dia.....) intinya adalah memuji Tuhan, meminta pertolongan kepada Tuhan agar selalu diberi pertolongan maupun petunjuk.
Vivi : (kali ini menanyakan tentang jilbab) Berapa lama kamu memakai ini ?
Dini : Sekitar setahun yang lalu
Vivi : Apakah itu wajib ? so kalo aku ke Indonesia akan banyak dong yang memakai jilbab ?
Dini : ya dalam Al Quran memang diwajibkan. Walaupun gak semua muslim memakai jilbab
Vivi : Kenapa ?
Dini : Memakai jilbab membutuhkan kemantapan hati yang mendalam. Sekali kamu mantap memakainya, sebaiknya tidak boleh dibuka lagi
Vivi : Lalu kamu memakai jilbab di rumah ?
Dini : Kalau di rumah aku melepasnya
Vivi : Jadi Debby (my housemate) sudah tahu kamu yang tidak berjilbab dong ?
Dini : (disini aku sulit menjelaskan bahwa sebaiknya kita tidak berbuka jilbab di depan wanita nonmuslim) Hmmm dia belum melihat karena begitu sampai di appartment biasanya aku langsung masuk kamar
Vivi : Seberapa panjang rambut kamu ? kamu gak botak kan? (duuh usil bangett siihh :-p)
Dini : Of course not :-p
.
.
.





Aku dan Vivi










Kejadian 2
Saat itu sehabis pulang dari Blue Mountain bersama Debby dan kedua temannya. Debby mengajak aku makan di Hooters, sebuah restaurant. Pas masuk ke Hooters, jujur aja agak2 kaget ngeliat pelayannya yang berpakaian sangat minim. Wah salah alamat nih… tapi mau gimana lagi, secara aku menunggu dijemput temenku yang masih dalam perjalanan untuk nginep di rumahnya. Menunggu di luar? Gak mungkin..di luar dingiiinn bangetttttt…. Bisa2 aku beku kalo lama di luar.

Debby (dia housemate ku, orang Pilipina keturunan Cina) : Dini, kamu shock gak masuk kesini?
Dini : Actually shock Debby
Debby : padahal restoran ini sangat terkenal di Amerika dan terkenal sebagai restoran keluarga (memang siih banyak keluarga bersama anak2nya yang masih kecil yang makan disini)
Dini : Ohya?? (kaget juga laah)
Debby : Jika saya ke Indonesia dan menggunakan bikini, apakah tidak diperbolehkan? Apakah semua orang Indonesia berpakaian tertutup seperti kamu?
Dini : tidak semua berpakaian seperti ini kok. Banyak yang tidak mengenakan jilbab. Untuk bikin, memang sebaiknya memakai baju renang one piece.
Debby : oh yeah? Jadi gak boleh pakai bikini? Even lagi di pantai atau kolam renang?
Dini : Hmmm untuk beberapa tempat boleh.....seperti di Bali. Namun untuk beberapa tempat orang2 akan melihat ke kamu dengan aneh. So better jika memakai baju renang one piece.




Aku dan Debby












Kejadian 3
Choong (PM yang sekaligus juga client) : Kamu tipe yang menganggap halal itu apa? Apakah hanya babi saja yang dianggap no halal, atau juga meat?
Dini : Pork dan juga daging baik beef ataupun chicken yang tidak dipotong sesuai dengan Islam
Choong : Wah repot doong….
Charlie (team lead aku, dia orang Shanghai tapi kerja di Australia) : kenapa semuanya harus halal? Bahkan snack2 juga harus halal ya?
Dini : (hendak menjawab namun keburu dipotong oleh David untuk membicarakan hal lain)
.
.
.
Pada akhirnya Charlie yang sempet minta maaf ke aku karena menanyakan hal tersebut. Katanya bukan maksud dia untuk mendiskretkan agama ku, dia hanya ingin tau saja J

Dan soal halal haram ini memang paling sering di tanyakan……secara di Sydney emang susah mencari makanan yang halal…..

Ada suatu kejadian saat aku ngomong sendiri (kadang kalo lagi kerja suka menggumam gak jelas)….yang kedengarannya seperti Sh*t.
Choong : Dini, apakah kamu ngomong Sh*t?
Dini : Tidak…..saya ngomong hal yang lain kok
Choong : ya saya pikir juga gak mungkin lah kamu ngomong Sh*t. Dini gitu loooh…..(hehehehehe gak gitu sih ngomongnya..itu mah terjemahan aku aja yang bilang pake loooh :-p)








pas dinner di resto India di city bareng Mae, Charlie and David










Kejadian 4
Nah ini kalo soal berwudhu. Saat di kantor, aku harus berwudhu dari wastafel. Untuk kaki biasanya aku mengambil air dari keran, dan aku basuh ke kakiku. Sempet beberapa kali saat aku sedang membasuh kaki gitu, pas ada orang bule yang masuk ke toilet. Dan dia akan menatap aku dengan pandangan heran dan gimanaaa gituuu,….. Aku yang biasanya cuman diem aja siih. Pernah juga pas aku lagi wudhu, dan pas ada orang bule masuk, dia menatapku dan bilang, are u ok? *dengan muka khawatir*. Dan aku hanya bisa menjawab, yes, I’m Ok *tentunya sambil tersenyum*

Sebetulnya banyak banget kejadian2 seperti kejadian di atas. Dan dulu aku menganggap duh annoying banget siih orang2 ini…. Nanya sampe detil dan kayaknya usil banget. Cuman sekarang aku menganggap mereka seperti itu karena mereka tidak tahu. Mereka tidak tahu Islam itu apa dan bagaimana. Dan kalau aku diberi kesempatan untuk pergi keluar negeri lagi (pengeeeenn traveling ke Europe), aku sudah siap untuk menjawab pertanyaan2 ingin tahu dari mereka. Tentunya juga dengan bertemu mereka2 itu, aku lebih menghargai perbedaaan dan tentunya juga membuka cakrawala berpikir kita……

Bahkan di Islam sendiri banyak sekali perbedaan2 yang tentunya tidak menjadi masalah. Seperti saat aku umroh, aku bertemu dengan beberapa muslimah yang menatap aku dengan heran karena aku tidak berpakaian hitam seperti mereka. Pernah juga aku bertemu dengan seorang gadis Iran yang cantik (dan sempet ngobrol2). Dia berpakaian putih seperti aku. Lalu dengan riangnya dia menanyakan aku berasal dari mazhab apa….sepertinya dia gembira karena aku kebetulan bermazhab yang sama dengan aku.

Ada lagi pengalaman temanku yang juga umroh di Ramadhan kemaren. Dia ditegor oleh ibu2 di sebelahnya (orang Arab) karena pada saat tahiyat akhir telunjuknya tidak digoyang2kan…. :-p

Memang manusia cenderung untuk berkelompok dengan orang2 yang mempunyai persamaan. Namun bukankah perbedaan itu indah? Bayangkan jika dunia ini dipenuhi dengan orang yang sama, bosen banget pastinya. Kalau semua orang bisa menghargai perbedaan, tentulah dunia ini akan damai….. walaupun pada kenyataannya tidak begitu…. :-(
Perbedaaan Itu Indah... Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dini

5 comments:

Eucalyptus said...

Emang perbedaan itu indah apabila sesama manusia bisa menerima perbedaan masing2 dengan baik.
Contohnya keluarga suamiku yang notabene non muslim selalu menghargai aku dan suamiku yang sudah menjadi mualaf semenjak menikah. Kalau lebaran mereka pasti datang kerumah, begitu pula kalau natal kami yang bergantian datang kerumah mereka....
Alhamdulillah selama ini tidak ada aral melintang dalam menyikapi perbedaan agama itu.

BTW kamu suka travelling ya.... samaaaaaa.... kapan2 jalan2 bareng yuuuk... he he he...

Kristina Dian Safitry said...

setuju.perbedaan itu indah...btw,pa khabar djeng?

Eucalyptus said...

Sb kamu lagi error ya?

Aku gak punya YM, say, soalnya akses chatting di kantor udah di blockir sama orang IT. Paling klo buka email (Gmail), baru bisa deh..

Eucalyptus said...

Iya say.... kemaren malem juga aku sempet chat dengan Eiven.... lega ya rasanya udah bisa sapa2an lagi, sekarang lagi nunggu pemulihan di RS.... salam deh klo masih ngobrol sama dia...

Eucalyptus said...

Oh ya, udah cobain pesen sushi & sashimi-nya, tp blom pesen yg menu catering... he he... ternyata emang enak tuh ya... boleh juga buat referensi klo ngadain rame2 di rumah...