Sunday, June 21, 2009

Ironis

Kadang aku berpikir bahwa Indonesia ini memang negara yang bener2 unik. Unik dilihat dari segala macam sisi. Mungkin unik bukan kata yang tepat. Lebih tepatnya miris kali yee :-p
Kayak masalah Prita terkait dengan RS OMNI.... terus kasus Manohara yang kayaknya kok jadi ajang buat nambah popularitas nya dia. Aku sendiri sih jarang banget nonton infotainment jadi gak gitu tau masalahnya. Cuman di Facebook rame banget dibicarain masalah Prita dan Manohara.

Trus yang bikin miris lagi masalah kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin yang amat sangat besar terutama di Jakarta. Tau sendiri kan kalo masih amat sangat banyak penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Yang untuk makan pun sangat sulit. Dimana hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak2 juga pupus karena alasan ekonomi. Tapi di sisi lain ternyata masih banyak warga Indonesia yang kaya banget yang kadang2 jadi gak masuk akal lagi. Gak percaya? Liat aja pas sale-nya produk Crocs antriannya mengular sampai ke pintu luar. Mereka juga bela2in ngantri di depan pintu masuk sebelum tokonya buka. Padahal kalau di diskon sepatu itu masih mahal juga menurut ukuran aku. Secara aku amat sangat gak suka dengan model sepatu Crocs yang gak fashionable banget plus harganya yang di luar kewajaran. Kayak kemaren juga pas lagi ada midnite sale di Senayan City yang menurut temenku penuh banget dan seperti bisa diduga pada banyak yang ngantri. Padahal tau sendiri kalau Debenhams itu harganya mahal dan walaupun di diskon tetep aja mahal. So, masih banyak orang kaya kan di Indonesia.

Sempet aku baca di koran Kompas kalau sebagian besar konsumen saat Singapore Great Sale adalah orang Indonesia. Dan di salah satu butik branded dunia di Paris (aku lupa apa brand nya..kalau gak LV atau Hermes), ada beberapa karyawan yang di latih untuk berbahasa Indonesia karena banyak orang Indonesia yang menjadi langganan butik tersebut. Padahal tau sendiri harga tas di brand itu....LV nilainya di atas 5 juta untuk satu tas dan Hermes rata2 harganya puluhan juta untuk satu tas. Ironis memang melihat di satu sisi banyak penduduk yang harus berebutan sembako gratis seharga 50 ribu rupiah, tapi di satu sisi banyak juga penduduk yang antri di Crocs ataupun di Debenhams untuk membelanjakan uang ratusan sampai jutaan rupiah. Apa emang bangsa Indonesia sudah dibiasakan untuk bersifat konsumtif dimana apa2 pengennya belanja.... wisata kemana2 pun ujung2nya selalu ke pusat perbelanjaan.

Aku sendiri tidak mau munafik karena aku sendiri juga suka shopping walaupun untuk shopping brand yang mahal tentu harus berpikir ribuan kali. Namun kapan ya kemakmuran antar warga etlis udah hampir sama satu sama lain dan gak terlalu jomplang. Ya mungkin emang butuh waktu yang lama untuk mewujudkan itu....Sighhh *menghela napas panjang*

Ketika Cinta Bertasbih


Selain rafting, wiken kemaren kuisi juga dengan nonton bareng Ketika Cinta Bertasbih bareng anak2 YISC Al Azhar di Senayan City. Alhamdulillah yang ikutan banyak juga. Anak YISC dari berbagai angkatan tumplek di satu studio.

Kalau dari segi cerita, ya aku bilang ni film biasa2 aja. Faktor pemain yang notabene masih baru juga menjadi perhatian disini karena di sana sini akting mereka masih kedodoran. Kaku bangetssss..... Jadi kerasa garing ajaah hehehe....

Trus di akhir cerita yang to be continued juga bikin nyebelin....emang sih aslinya kan bukunya dwilogi. Cuman jadi ngegantung aja hehehe..... Tapi kalo dipaksain jadi satu film ya gak bagus juga siih....

Overall, yah film ini lumayan lah. Alam Mesir jadi kekuatan film ini. Terus satu lagi gak ada cerita poligami kayak di Ayat Ayat Cinta yang bikin sebel sebagian besar kaum wanita hehehe....Yang paling aku inget malah pas Anna mengajukan syarat tidak boleh poligami saat dia menerima pinangan Furqon :-) Argumennya ok dan diplomatis banget ;-)

Tetap maju ya film Indonesia.... Tetap terus berusaha meningkatkan kualitas .... ;-)

Rafting Seruuuu.....















Minggu kemaren kuhabiskan waktu dengan gathering sama teman-teman kantor. Kita pergi ke Perkebunan Teh Malabar di Pengalengan, Bandung. Tempat yang katanya dulu jadi tempat syuting film Heart ini emang bagus bangettt pemandangannya. Udaranya juga dingiiiinnn....... Ughh kerenn deehh tempatnya.


Yang paling seru tentu aja pas saat games bareng....and yang paling seru tentunya....pas rafting di Situ Leunca. Basah seruuuu.....gak tau siih di Situ Leunca itu level kesulitannya rendah atau sedang, yang penting have fun. Soalnya ada temenku yang bilang, kalo arung jeram itu biasanya nanti dikasih sertifikat. Cuman kemaren gak ada tuh sertifikat hehehe. Yah kalo level kesulitannya tinggi aku juga ngeri, lagian yang ikut outing kemaren kan banyak Bapak2 dan Ibu2 juga. Kebayang dong kalo yang levelnya udah di tingkat mahir :-p

Intinya seruuu bangetttt.....trus jadi tambah kompak sama temen2 Perencanaan Korporat secara sebelum acara aku kan termasuk panitia juga (biasalah kalo yang muda2 selalu ditunjuk jadi panitia...)

So..kapan nih mau jalan2 lagi... ;-)

Tuesday, June 16, 2009

Nambah....

Kok jadi tambah sayang sama dia ya....

Hadiah ini.... (hanya fiksi belaka lo)


Pagi itu saat aku sedang bersiap-siap ke kantor, mataku tertumbuk pada sebuah bungkusan hadiah yang aku kenal. Hadiah yang aku bungkus di bulan April kemarin dan sampai sekarang belum disampaikan kepada yang bersangkutan. Ah…apakah hadiah tersebut akan tetap di aku dan tidak akan pernah sampai ke tangannya? Mungkin hadiah itu tidaklah terlalu bernilai besar, hanya sebuah buku yang aku beli sesuai dengan kondisi dia saat itu. Di saat dia butuh semangat, di saat dia gamang, di saat dia sedang sakit dan merasa bahwa Allah tidak adil padanya dan di saat dia butuh pegangan saat dia terjatuh. Hanya sebuah buku dengan harga yang mungkin tidak seberapa, tapi memang hanya itu yang bisa aku berikan selain doa untuknya.


Dia…siapa sih dia…. Dia aku anggap sebagai seorang sahabat, teman dan kakak yang baiiiikk banget. Dia adalah tipe orang yang care terhadap teman dan sahabat2nya. Aku dan dirinya sudah dekat sejak tahun lalu. Awalnya memang kita saling tukar cerita. Lama-lama menjadi akrab. Aku memang tipe orang yang bisa langsung akrab dengan orang2 yang aku anggap punya chemistry yang positif. Seperti dia, aku melihat dia sebagai sosok orang yang sangat low profile. Dan aku selalu simpati dengan orang yang low profile. Walaupun agak2 melankolis, tapi aku anggap sifat melankolisnya adalah sebagai akibat dari keadaan yang dialaminya.


Ah tapi aku tahu, bagi dia aku tidaklah mempunyai arti apa-apa. Yang penting bagi dia adalah seseorang yang walaupun telah menyakitinya hal itu tidak merubah perasaan dia. Sedangkan aku, untuk menyampaikan hadiah yang sudah aku persiapkan ke dia pun tidak bisa. Mungkin hadiah itu akan tetap di tangan aku. Tak akan sampai ke tangan dia….


Sudahlah, kadang aku berpikir aku terlalu bermimpi… Mimpi yang gak realistis. Aku tidak akan bisa menjangkaunya... Dan aku merasa dirinya terlalu jauh…jauh… dan jauh…bukan hanya dari sisi dia saja, tapi juga dari sisi aku…..
Betapa aku merindukan dirinya yang tidak pernah nampak di depan aku….

*Isi postingan ini hanyalah cerita fiksi belaka. Kalau ada kesamaan nama, sifat dan cerita, itu hanyalah kebetulan belaka*

Monday, June 08, 2009

Jadi Inget....

Pernah gak kamu punya seorang teman dekat/sahabat yang dulu dekat tapi akhir2 ini jadi menjauh? Dan ini lebih spesifik teman dekat/sahabat dari lawan jenis.

Saya pernah mengalami hal itu beberapa kali. Beberapa memang saya ketahui penyebabnya kenapa kita jadi jauh. Tapi ada satu orang yang saya sama sekali gak tau alasannya.

Jadi yang pertama dengan salah seorang sahabat saya. Dulu kita deket banget dan sekarang walaupun gak sedekat seperti dulu tapi kadang2 masih suka kontak. Dan lagi memang keadaan kita sudah berubah satu sama lain yang menyebabkan jadi gak seperti dulu lagi.

Tapi ada satu orang teman dekat saya yang dulu dekat banget…tiba2 menghilang begitu saja. Bagi saya dia telah menyakiti hati saya karena begitu saja pergi menghilang lalu gak pernah kasih kabar. Ya mungkin memang pernah ada sesuatu di antara kita, yang saya juga gak tau apa bentuk sesuatu itu. Tapi menghilang begitu saja, sungguh membuat saya sangat terluka. Apalagi setelah saya ketahui setelah dia menghilang ada sesuatu hal yang dia sembunyikan kepada saya selama ini. Saya tidak berusaha menghubunginya sama sekali karena saya sadar dia tidak worth it untuk dihubungi. Sebetulnya ini sudah lama sekali berlalu dan saya juga sudah melupakan teman saya itu.
Kenapa saya menulis ini karena saya hanya bingung apakah hanya sekedar segitu aja dia menganggap saya sebagai seorang sahabat? Well, orang gak akan pernah tau siih hati seseorang. Yang jelas saya berdoa semoga saya dijauhkan dari orang2 yang memang tidak tulus ke saya. Intinya sih saya sudah totally lupa sama dia. Cuman jadi inget aja pas ngeliat nama dia muncul di milis yang saya ikuti. Kirain dia udah ke laut… hehehehe ;-)

Mungkin pelajaran yang bisa saya dapatkan, jangan terlalu mengikuti emosi atau perasaan belaka. Karena kadang itu bisa menyesatkan. Selalu dengarkan apa kata sahabat2 terdekat untuk lebih memperhatikan logika :-)

Terimakasih banget buat sahabat2ku :

- RM, ID dan IM…. Love you sisters….Berkat kalian, aku kuat pas di bulan Januari-Februari kemarin.
- ASG, Seorang sahabat yang sangat saya sayangi…. Dan semoga kita akan selalu berteman dan bersahabat ya. Sampai kapanpun… sesuai janji saya, saya gak akan ninggalin kamu ;-) Akan selalu rindu denganmu... seperti saat ini...officially missing you so much :-)


Kenangan yang Pupus ditelan Dinginnya Angin di Kota Paris

See this video about Paris https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=JABOZpoBYQE Dan entah kenapa aku merasa sedih. Teringat Paris, beserta...